Tingkatkan Pengetahuaan UMKM dalam Pemenuhan Persyaratan Keamanan dan Mutu Produk, Badan POM gelar Bimtek

17-05-2024 Loka POM di Kabupaten Toba Samosir Dilihat 45 kali

Badan POM, dalam hal ini Loka POM di Kabupaten Toba menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) bagi UMKM pada Selasa (14/05/2024). Bimbingan Teknis dilakukan secara Hybrid (secara luring di kantor BPOM Toba dan secara daring) dengan jumlah peserta UMKM yang hadir sebanyak 6 orang secara luring dan 20 orang secara daring. Kegiatan Bimtek ini merupakan salah satu tahap dalam program pendampingan UMKM. Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Loka POM di Kabupaten Toba, Tumiur Gultom, S.Farm, Apt. 

“UMKM memiliki peran dalam menggerakkan perekonomian Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan meningkatkan lapangan pekerjaan. Berdasarkan hal tersebut diperlukan peran pemerintah termasuk Badan POM dalam melakukan pembinaan kepada UMKM. Melalui program ini, diharapkan komitmen pelaku UMKM meningkat dalam pemenuhan persyaratan keamanan dan mutu produk” jelas Plt. Kepala Loka POM di Kabupaten Toba melalui sambutannya.

Program Pendampingan UMKM merupakan salah satu program kerja yang dilakukan oleh Badan POM setiap tahunnya. Unit Pelaksana Teknis Badan POM di seluruh Indonesia melaksanakan program ini untuk 3 komoditi, yaitu komoditi pangan olahan, obat tradisional atau sekarang disebut dengan obat bahan alam dan kosmetik. Tujuan akhir Program Pendampingan UMKM ini adalah memfasilitasi pelaku UMKM untuk mendapatkan izin edar Badan POM dikarenakan jumlah Nomor Izin Edar (NIE) yang telah terbit di Indonesia masih sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah UMKM yang ada di Indonesia. Keuntungan UMKM jika memiliki NIE dari BPOM antara lain meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk, memperluas pemasaran produk baik di dalam maupun di luar negeri, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Kegiatan Bimbingan Teknis dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber Loka POM di Kab. Toba. Narasumber untuk CPPPOB menjelaskan terkait kebijakan keamanan pangan, program pendampingan dan identifikasi persyaratan CPPOB serta penerapannya. Narasumber untuk CPOTB menjelaskan terkait CPOTB Bertahap dan denah bangunan. Kegiatan berjalan lancar dan interaktif yang menunjukkan antusiasme peserta untuk menghasilkan produk aman dan bermutu dalam usahanya.

Program Pendampingan UMKM ini terdiri dari 5 tahapan yaitu: Penetapan Target UMKM yang akan didampingi, Bimbingan Teknis, Fasilitasi Pendampingan, Coaching Clinic e-Sertifikasi & e-Registration serta Pelaporan. Tahapan selanjutnya dari program ini adalah Fasilitasi Pendampingan, namun untuk CPPOB masih akan dilakukan kegiatan bimbingan teknis sebanyak 2 kali lagi. Tahapan ini dapat dilakukan daring maupun luring. Petugas BPOM akan mendampingi pelaku UMKM dalam pembuatan dokumen mutu, implementasi dokumen mutu, dan saran perbaikan sarana.

Sarana