Balige, Generasi muda perlu memiliki pengetahuan yang benar tentang obat agar dapat menjaga kesehatan dan terhindar dari risiko penyalahgunaan obat. Untuk meningkatkan pemahaman tersebut, Balai POM di Toba memberikan edukasi mengenai risiko penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) kepada siswa SMP Budhi Dharma Balige, Kamis (22/10). Kegiatan ini diikuti oleh siswa dan guru pendamping.
Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan dengan Obat-Obat Tertentu (OOT), yaitu obat-obat yang berpotensi disalahgunakan sehingga penggunaannya perlu diawasi sesuai ketentuan. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak penyalahgunaan obat terhadap kesehatan dan kehidupan sehari-hari.
Penyalahgunaan obat bukanlah masalah sepele. Penggunaan obat yang tidak sesuai ketentuan dapat mengganggu fungsi sistem saraf pusat, memengaruhi konsentrasi dan perilaku, serta menimbulkan risiko ketergantungan. Dampaknya juga dapat meluas ke lingkungan sosial, seperti memicu konflik, perkelahian, dan kekerasan. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami bahwa obat harus digunakan secara tepat dan bertanggung jawab, bukan sekadar mengikuti ajakan teman atau rasa ingin tahu.
Lantas, bagaimana cara melindungi diri dari risiko penyalahgunaan obat? Para siswa diajak untuk membiasakan diri menggunakan obat sesuai petunjuk tenaga kesehatan, tidak mengonsumsi obat milik orang lain, serta tidak mudah percaya pada ajakan atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Siswa juga perlu berani menolak apabila ditawari obat untuk tujuan yang tidak semestinya.
Selain itu, siswa diingatkan agar tidak ragu bercerita kepada orang tua, guru, atau orang dewasa tepercaya apabila menghadapi situasi yang mencurigakan atau mendapat tekanan dari teman sebaya untuk mencoba obat secara sembarangan. Sikap berani berkata tidak dan saling mengingatkan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu melindungi diri sendiri maupun teman.
Pencegahan penyalahgunaan obat membutuhkan dukungan bersama, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat. Melalui edukasi ini, Balai POM di Toba berharap para siswa semakin memahami risiko penyalahgunaan obat, mampu mengambil keputusan yang tepat, dan tumbuh menjadi generasi muda yang peduli terhadap kesehatan diri serta lingkungannya.