Balai POM di Toba Audiensi dengan Polres Toba, Perkuat Pengawasan Obat dan Suplemen Ilegal

26-10-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 109 kali

Toba, Dalam upaya memperkuat pengawasan Obat dan Makanan, Balai POM di Toba melaksanakan audiensi dengan Kepolisian Resor (Polres) Toba pada Kamis, 22 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi langkah untuk meningkatkan koordinasi dalam pengawasan Obat-Obat Tertentu (OOT) yang sering disalahgunakan serta peredaran suplemen kesehatan kulit ilegal.

Audiensi yang berlangsung hangat tersebut disambut langsung oleh Kepala Kepolisian Resor Toba, AKBP V.J. Parapaga, didampingi Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Toba, Iptu Tri Pranata Purba, S.Sos., M.H. Dalam audiensi tersebut, Kepala Balai Besar POM di Medan, Mojaza Sirait, S.Si., Apt., M.M., bersama Kepala Balai POM di Toba, M. Sony Mughofir, S.Si., melakukan pertemuan untuk memperkuat sinergi pengawasan obat-obat tertentu yang sering disalahgunakan dan suplemen kesehatan ilegal.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya pengawasan terhadap penyalahgunaan OOT yang dapat membahayakan kesehatan dan masa depan generasi muda. Selain itu, peredaran suplemen kesehatan kulit tanpa izin edar juga menjadi perhatian karena keamanan, mutu, dan manfaat produknya tidak terjamin. Penanganan kedua permasalahan ini membutuhkan keterlibatan aktif aparat penegak hukum dan otoritas pengawas Obat dan Makanan.

Sebagai dukungan terhadap pelaksanaan tugas di lapangan, Balai POM di Toba menyerahkan materi sosialisasi dan edukasi teknis kepada Polres Toba. Materi tersebut berisi panduan untuk mengenali OOT yang rawan disalahgunakan serta mengidentifikasi suplemen kesehatan kulit ilegal. Informasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi personel kepolisian, khususnya Satuan Reserse Narkoba, dalam mendukung pengawasan dan menindaklanjuti temuan yang berkaitan dengan peredaran produk ilegal.

Melalui kerja sama ini, Balai POM di Toba dan Polres Toba berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi dalam pengawasan dan penanganan pelanggaran, sekaligus mendorong edukasi kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap produk yang berisiko bagi kesehatan serta mendukung perlindungan masyarakat Kabupaten Toba dari bahaya penyalahgunaan OOT dan peredaran suplemen kesehatan kulit ilegal.

Sarana