Balai POM di Toba Perkuat Komitmen Keamanan Pangan melalui Monitoring dan Evaluasi Program Intervensi di Humbang Hasundutan

31-07-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 99 kali

Doloksanggul, Komitmen mewujudkan pangan yang aman bagi masyarakat terus diperkuat oleh Balai POM di Toba melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Intervensi Keamanan Pangan Tahun 2026 di Kabupaten Humbang Hasundutan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Mal Pelayanan Publik (MPP) Doloksanggul, Kamis (30/7/2026), menjadi momentum untuk melihat capaian program sekaligus memastikan upaya pembudayaan keamanan pangan dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

Monev ini merupakan bagian dari rangkaian Program Intervensi Keamanan Pangan di Kabupaten Humbang Hasundutan yang telah dilaksanakan secara bertahap sejak awal tahun. Rangkaian kegiatan diawali dengan advokasi lintas sektor, dilanjutkan dengan Pelatihan Kader Keamanan Pangan melalui Bimbingan Teknis Komunitas, serta kegiatan keamanan pangan berbasis komunitas . Setelah tahapan intervensi dilaksanakan, kegiatan Monev menjadi langkah penting untuk melihat sejauh mana program telah diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Bupati Humbang Hasundutan diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Martogi Purba, serta turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Martahan Panjaitan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jerry Silitonga, perwakilan Dinas Kesehatan P2KB, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja, PMDP2A, Kantor Camat Doloksanggul, Kepala Desa Pakkat Luminer Silaban, Kepala UPT SMP Negeri 001 Doloksanggul Seventina Purba, serta para pemangku kepentingan dan undangan lainnya.

Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH, yang dibacakan oleh Martogi Purba. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Program Intervensi Keamanan Pangan merupakan langkah nyata untuk membudayakan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keamanan pangan yang tidak terpisahkan dari kesehatan lingkungan dan masyarakat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki tanggung jawab dalam memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap pangan yang aman, sehat, dan terjangkau. Oleh karena itu, pelaksanaan monitoring dan evaluasi menjadi penting untuk mengetahui capaian program, mengidentifikasi kendala yang masih dihadapi di lapangan, serta merumuskan langkah perbaikan agar pelaksanaan program dapat berjalan semakin efektif.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pemaparan dari Dinas Kesehatan mengenai dukungan Program Keamanan Pangan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Kepala Desa Pakkat, Luminer Silaban, turut menyampaikan pelaksanaan Program Intervensi Keamanan Pangan di Desa Pakkat, termasuk upaya yang telah dilakukan di tingkat desa dalam mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap keamanan pangan.

Pada kesempatan yang sama, Balai POM di Toba menyampaikan hasil Monitoring dan Evaluasi Program Intervensi Keamanan Pangan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Paparan mencakup Monev Desa Pangan Aman di Desa Pakkat, Monev Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas di Pasar Doloksanggul, serta Monev Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan di SMP Negeri 1 Doloksanggul.

Selain mengevaluasi pelaksanaan program pada masing-masing lokus intervensi, Balai POM di Toba juga mendorong adanya replikasi Program Intervensi Keamanan Pangan agar praktik baik yang telah terbentuk dapat diterapkan secara lebih luas di masyarakat.

Kepala Balai POM di Toba, M. Sony Mughofir, menegaskan bahwa keberhasilan program keamanan pangan tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan intervensi, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak untuk menjaga dan melanjutkan praktik baik yang telah dibangun. “Yang paling penting dari program ini adalah keberlanjutan,” tegas Sony.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen lintas sektor. Pemerintah daerah, perangkat desa, sekolah, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan pangan yang aman.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan program, capaian, tantangan di lapangan, serta peluang pengembangan dan keberlanjutan program dibahas bersama oleh para peserta.

Melalui kegiatan Monev ini, Balai POM di Toba bersama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terus membangun sinergi untuk memastikan Program Intervensi Keamanan Pangan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen dari seluruh pihak, diharapkan budaya keamanan pangan semakin mengakar dan pada akhirnya mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi kesehatan masyarakat.

Sarana