Mandailing Natal – Balai POM di Toba hadir di Mandailing Natal pada tanggal 29–30 April 2026 dengan melaksanakan rangkaian kegiatan yang menyasar pelaku usaha, tenaga kefarmasian, serta masyarakat secara langsung.
Kegiatan diawali dengan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai langkah strategis dalam mendorong peningkatan kualitas dan kepatuhan usaha. Melalui diskusi interaktif, pelaku usaha diperkuat pemahamannya terkait penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) guna memastikan produk yang dihasilkan aman dan bermutu. Pendampingan ini turut mendorong komitmen pelaku usaha untuk naik kelas. “Kami berkomitmen untuk melakukan pengajuan izin CPPOB,” ujar Sarwono, penanggung jawab UMKM yang dikunjungi.
Selanjutnya, Balai POM di Toba menyasar lini pelayanan kefarmasian melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) sebagai bagian dari upaya penguatan penggunaan obat yang rasional dan pencegahan stunting. Dengan mengangkat tema Resistensi Antimikroba dan Pencegahan Stunting, edukasi disampaikan melalui media cetak di sejumlah apotek dan rumah sakit. Kegiatan ini turut memperkuat peran tenaga kefarmasian sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. “Kami juga sedang menggiatkan program antimikroba ini, poster ini sangat mendukung,” ungkap Ade Irma, apoteker RSU Panyabungan.
Sebagai bagian utama dari pengawasan di lapangan, Balai POM di Toba melaksanakan kegiatan sampling dan uji cepat pangan di Pasar Panyabungan. Berbagai komoditas seperti tahu, mi kuning, ikan asin, kerupuk, dan bakso diuji secara langsung di lokasi. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel negatif dari bahan berbahaya.
Kegiatan sampling dan pengujian ini terlaksana melalui kolaborasi bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, serta didukung oleh unsur media dan kepolisian setempat. “Kami mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terjalin bersama BPOM dalam kegiatan ini,” ujar Parlin Lubis, Kepala Dinas.
Melalui pendekatan yang menyeluruh mulai dari pembinaan, edukasi, hingga pengawasan, Balai POM di Toba terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam kerangka Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam memastikan perlindungan masyarakat sekaligus mendorong pelaku usaha yang patuh dan berdaya saing.