Loka POM Kabupaten Toba Selenggarakan FGD Pengendalian AMR dan Program ABSO di Humbang Hasundutan

07-07-2025 Loka POM di Kabupaten Toba Samosir Dilihat 666 kali

Toba, Pada tanggal 4 Juli 2025, Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Toba mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Mal Pelayanan Publik Kabupaten Humbang Hasundutan. Kegiatan ini diikuti oleh 26 peserta yang berasal dari berbagai organisasi profesi dan instansi terkait, antara lain Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), apoteker penanggung jawab, pemilik apotek dan toko obat, serta perwakilan Dinas Kesehatan dan DPMPTSP Humbang Hasundutan.

FGD menghadirkan dua materi utama, yaitu Kebijakan Nasional dan Peta Jalan Resistensi Antimikroba di Indonesia serta program Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar (ABSO). Materi tersebut bertujuan memperkuat pemahaman peserta tentang pentingnya pengendalian Antimicrobial Resistance (AMR) melalui kolaborasi lintas sektor dan pengelolaan sampah obat yang tepat guna mencegah pencemaran lingkungan serta peningkatan resistensi mikroba.

Diskusi berlangsung interaktif dengan peserta berbagi pengalaman pelaksanaan program ABSO serta berbagai upaya pengendalian AMR yang telah dilakukan oleh kelompok profesi di Humbang Hasundutan. Para peserta menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif tenaga kesehatan, apoteker, dokter, bidan, dan perawat, dalam menerapkan penggunaan antibiotik yang rasional dan bertanggung jawab untuk menekan laju resistensi mikroba.

Antusiasme peserta terlihat pada sesi tanya jawab yang menekankan perlunya edukasi masyarakat serta pengembangan fasilitas pengumpulan obat kedaluwarsa, seperti dropbox di apotek.

Sebagai bentuk komitmen nyata, seluruh peserta menandatangani lembar komitmen bersama yang berisi peningkatan pengawasan, edukasi, serta kepatuhan penggunaan antibiotik secara rasional dan penguatan program ABSO di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Ke depan, Loka POM Kabupaten Toba bersama instansi terkait akan melaksanakan pemeriksaan bersama (joint inspection) untuk mengevaluasi implementasi hasil FGD dan dampak dari komitmen yang telah ditandatangani. Pemeriksaan ini akan difokuskan pada penerapan penggunaan antibiotik secara rasional, pengelolaan obat kedaluwarsa di fasilitas kesehatan dan apotek, serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program ABSO. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengendalian AMR yang lebih efektif di tingkat daerah.

Kegiatan ini mempererat sinergi antar pemangku kepentingan dan meningkatkan kesadaran kolektif sebagai langkah strategis dalam pengendalian AMR serta pengelolaan sampah obat di tingkat daerah.

 

Sarana