Loka POM Toba Dampingi UMKM Kopi di Tapanuli Utara dalam Penerapan CPPOB

11-09-2025 Umum Dilihat 180 kali

Toba, Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Toba melaksanakan pendampingan kepada salah satu pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) pangan olahan kopi di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Pendampingan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai tahapan yang perlu dipenuhi untuk memperoleh Nomor Izin Edar (NIE).

Dalam kesempatan tersebut, petugas Loka POM Toba menekankan bahwa salah satu syarat utama pengajuan izin edar adalah penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Penerapan ini nantinya harus dibuktikan dengan sertifikat Izin Penerapan CPPOB sebelum pelaku usaha dapat melanjutkan proses pendaftaran produk secara resmi.

Petugas juga memaparkan secara rinci tahapan yang harus dilalui pelaku usaha dalam proses perolehan NIE, termasuk persyaratan administratif maupun teknis yang perlu dipenuhi. Dengan penjelasan ini, diharapkan pelaku usaha memiliki gambaran yang lebih jelas tentang prosedur yang akan dijalani.

Selain memberikan penjelasan, petugas Loka POM Toba turut memberikan bimbingan teknis mengenai penerapan CPPOB. Fokus pendampingan kali ini diarahkan pada penataan tata letak (layout) sarana produksi. Meskipun usaha masih berskala kecil, layout produksi tetap harus jelas, tertata, dan sesuai standar agar risiko kontaminasi silang dapat dicegah. “Dengan layout yang baik, keamanan dan mutu produk dapat terjaga. Pangan aman dimulai dari sarana produksi yang tertata,” tegas petugas Loka POM Toba.

Pelaku usaha pun menyambut baik arahan yang diberikan. Berta, pemilik UMKM olahan kopi tersebut, menyatakan komitmennya untuk melakukan perbaikan sesuai dengan rekomendasi yang disampaikan. “Kami akan usahakan perbaikan layout ini nanti, Bu,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Loka POM Toba berharap semakin banyak pelaku UMKM yang termotivasi untuk meningkatkan standar produksi, sehingga produk lokal yang dihasilkan tidak hanya aman dan bermutu, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Sarana