Toba, Dalam upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha di sektor pangan olahan, Loka POM di Kabupaten Toba melaksanakan kegiatan pendampingan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) pada tanggal 17–18 Juli 2025. Pendampingan kali ini difokuskan pada salah satu sarana Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang berlokasi di Kota Sibolga.
Kegiatan rutin ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman pelaku UMK terhadap aspek keamanan pangan, standar mutu produk, serta proses pengolahan yang higienis. Pelaku usaha juga didorong untuk menerapkan standar Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) sebagai landasan penting dalam menghasilkan produk yang aman dan bermutu.
Dalam proses pendampingan, tim Loka POM Toba memberikan bimbingan teknis dan edukasi seputar penerapan CPPOB khususnya produk AMDK. Dengan pendekatan yang komunikatif dan aplikatif, diharapkan pelaku usaha dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Antusiasme pelaku usaha terlihat jelas dari sambutan positif yang diberikan. “Kami sangat terbantu dengan kegiatan pendampingan ini,” ungkap Dedi Gunawan, pemilik sarana AMDK yang menjadi lokasi pendampingan. Menurutnya, pendampingan ini memberikan wawasan baru sekaligus solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses produksi.
Melalui kegiatan ini, Loka POM di Kabupaten Toba menunjukkan komitmennya dalam membina dan memajukan UMK di sektor pangan. Diharapkan, pelaku UMK semakin siap bersaing dengan menghadirkan produk yang tidak hanya aman dan bermutu, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar.