Toba, Pada hari Selasa, 25 November 2025, Badan POM melaksanakan kegiatan Sinergitas Pengawasan Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik yang bertempat di Sinar Minang Restaurant & Convention Hall (Hall Room), Balige. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan keselarasan kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam meningkatkan efektivitas pengawasan di wilayah Toba dan sekitarnya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong pelaku usaha untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar keamanan, mutu, dan manfaat, sehingga memiliki daya saing di pasar.
Acara dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Mohamad Kashuri, S.Si., Apt., M.Farm. Dalam sambutannya, Deputi menegaskan bahwa sinergitas pengawasan menjadi kunci agar pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha dapat berjalan secara terpadu, sehingga proses perizinan serta pemenuhan standar keamanan, mutu, dan manfaat produk dapat semakin optimal. “Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku usaha terdorong untuk segera mengurus izin edar dari Badan POM, sehingga mampu menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan memiliki daya saing di pasar,” ujar Deputi.
Turut hadir Wakil Bupati Toba, Drs. Audi Murphy O. Sitorus, S.H., M.Si., yang memberikan apresiasi terhadap langkah kolaboratif ini. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, “Mungkin pada awalnya kegiatan ini terasa mengganggu, tetapi ke depan kita akan melihat lompatan besar bagi pengembangan obat tradisional dan kosmetik.” Kehadiran pemerintah daerah menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung regulasi dan pembinaan pelaku usaha di sektor OBA, suplemen kesehatan, dan kosmetik.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Kabupaten Toba, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Toba, Kepala Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Toba, serta para pelaku usaha Obat Tradisional dan Kosmetik dari wilayah kerja Loka POM Toba, seperti Kabupaten Toba dan Humbang Hasundutan. Hadirnya berbagai instansi ini memperkuat pesan bahwa pengawasan dan pembinaan tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Sebagai bagian dari kegiatan, disediakan desk konsultasi bagi pelaku usaha Obat Bahan Alam (OBA) dan Kosmetik. Fasilitas ini menjadi wadah sinergis antara Badan POM, pemerintah daerah, dan pelaku usaha untuk mengidentifikasi hambatan, memberikan solusi, dan memastikan proses pendaftaran produk berlangsung sesuai ketentuan. Pelaku usaha tampak antusias, bahkan membawa contoh produk untuk mendapatkan konsultasi langsung. Perwakilan dari perangkat daerah turut berkontribusi menjawab permasalahan secara terpadu, memperlihatkan praktik sinergitas yang nyata di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun keselarasan langkah antara pembina, pengawas, dan pelaku usaha dalam meningkatkan keamanan dan mutu produk yang beredar. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong pelaku usaha untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar dan memiliki daya saing. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem pengawasan Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik di wilayah Toba dan sekitarnya.